Cover
Foto profil

Bembi Pramudya

@bembipramudya

Halo! Saya Bembi Pramudya, developer dari Indonesia. Saya menghabiskan waktu luang untuk membangun software, ngoprek web tools, dan eksplorasi desain frontend.

DeveloperIndonesiabembi.dev
Tutorial

Membangun Bot Telegram AI dengan 9Router

28 Sep 2026 · 6 menit baca

Membangun Bot Telegram AI dengan 9Router

Punya bot Telegram yang bisa jawab pakai AI itu tidak serumit kedengarannya. Kuncinya: pisahkan tiga bagian — Telegram sebagai antarmuka, Python sebagai jembatan, dan gateway AI sebagai otaknya.

Langkah pertama, buat bot lewat BotFather dan simpan tokennya baik-baik. Token ini seperti password — jangan pernah di-commit ke Git atau dibagikan ke siapa pun.

# Ambil update terbaru dari Telegram (long-polling)
import requests
TOKEN = "ISI_TOKEN_DISINI"
url = f"https://api.telegram.org/bot{TOKEN}/getUpdates"
print(requests.get(url, timeout=60).json())

Bagian paling enak: untuk otaknya saya pakai 9Router, gateway yang kompatibel dengan API OpenAI. Artinya satu kode bisa pakai puluhan model — Qwen, Claude, Gemini — cukup ganti nama model di konfigurasi.

# Kirim pesan ke AI lewat 9Router (format OpenAI)
import requests
r = requests.post("http://127.0.0.1:20128/v1/chat/completions",
    headers={"Authorization": "Bearer ISI_API_KEY"},
    json={"model": "qwen3.5-plus",
          "messages": [{"role": "user", "content": "Halo!"}]})
print(r.json()["choices"][0]["message"]["content"])

Jangan lupa keamanan: kunci bot dengan allowlist user ID Telegram kamu, supaya orang asing tidak bisa memakai kuota AI-mu.

ALLOWED_IDS = {123456789}  # ganti dengan user ID kamu
if message["from"]["id"] not in ALLOWED_IDS:
    return  # abaikan pesan dari orang lain

Terakhir, jalankan bot sebagai systemd service dengan Restart=always supaya online 24/7 dan bangkit sendiri kalau crash. Bot sederhana, tapi arsitekturnya rapi dan gampang dikembangkan.