
Punya bot Telegram yang bisa jawab pakai AI itu tidak serumit kedengarannya. Kuncinya: pisahkan tiga bagian — Telegram sebagai antarmuka, Python sebagai jembatan, dan gateway AI sebagai otaknya.
Langkah pertama, buat bot lewat BotFather dan simpan tokennya baik-baik. Token ini seperti password — jangan pernah di-commit ke Git atau dibagikan ke siapa pun.
# Ambil update terbaru dari Telegram (long-polling)
import requests
TOKEN = "ISI_TOKEN_DISINI"
url = f"https://api.telegram.org/bot{TOKEN}/getUpdates"
print(requests.get(url, timeout=60).json())Bagian paling enak: untuk otaknya saya pakai 9Router, gateway yang kompatibel dengan API OpenAI. Artinya satu kode bisa pakai puluhan model — Qwen, Claude, Gemini — cukup ganti nama model di konfigurasi.
# Kirim pesan ke AI lewat 9Router (format OpenAI)
import requests
r = requests.post("http://127.0.0.1:20128/v1/chat/completions",
headers={"Authorization": "Bearer ISI_API_KEY"},
json={"model": "qwen3.5-plus",
"messages": [{"role": "user", "content": "Halo!"}]})
print(r.json()["choices"][0]["message"]["content"])Jangan lupa keamanan: kunci bot dengan allowlist user ID Telegram kamu, supaya orang asing tidak bisa memakai kuota AI-mu.
ALLOWED_IDS = {123456789} # ganti dengan user ID kamu
if message["from"]["id"] not in ALLOWED_IDS:
return # abaikan pesan dari orang lainTerakhir, jalankan bot sebagai systemd service dengan Restart=always supaya online 24/7 dan bangkit sendiri kalau crash. Bot sederhana, tapi arsitekturnya rapi dan gampang dikembangkan.
